khataman-al-qur’an-ibu-ibu-jamaah-masjid-al-fattah-wujud-semangat-berbagi-kebaikan-di-karangkemiri

Karangkemiri, Pekuncen – Suasana haru dan penuh keberkahan menyelimuti Masjid Al-Fattah, Dusun Sindang, Desa Karangkemiri, Kecamatan Pekuncen, pada hari Jum’at, 18 Juli 2025. Selepas shalat Dzuhur, ibu-ibu jamaah Masjid Al-Fattah bersama mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 20 Universitas Nahdlatul Ulama Al-Ghazali Cilacap menggelar acara Khataman Al-Qur’an.
Kegiatan ini diawali dengan pembagian juz secara daring, di mana setiap peserta berkomitmen untuk menyelesaikan satu juz Al-Qur’an di kediaman masing-masing. Semangat kebersamaan terpancar jelas, meski terpisah jarak, para ibu-ibu berhasil menyelesaikan target 30 juz Al-Qur’an.
Puncak acara Khataman Al-Qur’an kemudian dilaksanakan secara tatap muka di Masjid Al-Fattah. Momen ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penutup rangkaian kegiatan membaca Al-Qur’an yang telah berlangsung. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an memenuhi ruangan masjid, menambah kekhusyukan suasana.
Semangat tadarus Al-Qur’an di kalangan ibu-ibu jamaah Masjid Al-Fattah tidak berhenti pada momen khotmil ini saja. Justru, kegiatan Khataman Al-Qur’an kemarin menjadi pemicu dan motivasi untuk terus melanjutkan tadarus secara rutin dan berkelanjutan. Diharapkan, tradisi mulia ini akan terus lestari, sehingga syiar Al-Qur’an senantiasa menggema dan keberkahan menyelimuti seluruh warga Desa Karangkemiri.
“Alhamdulillah, kegiatan Khataman Al-Qur’an ini berjalan lancar dan penuh berkah,” ujar salah satu perwakilan ibu-ibu jamaah. “Kami sangat bersyukur bisa menyelesaikan khataman ini bersama-sama, apalagi dengan dukungan dari adik-adik mahasiswi KKN.”
Kehadiran mahasiswi KKN dari Universitas Nahdlatul Ulama Al-Ghazali Cilacap memberikan warna tersendiri bagi kegiatan keagamaan di Desa Karangkemiri. KKN UNUGHA Kelompok 20 ini mengusung tema “Mamusda” (Masjid Musholla Berdaya), sebuah tema yang tidak hanya terfokus pada kegiatan keagamaan semata, tetapi juga mencakup berbagai aspek pemberdayaan masyarakat.
Dari tema besar “Mamusda” ini, program kerja KKN UNUGHA memiliki beberapa acuan utama, yaitu aspek keagamaan, aspek ekonomi kreatif, aspek pendidikan, dan teknologi tepat guna. Bentuk program kerja yang dijalankan pun berfokus pada pemberdayaan yang berkelanjutan serta partisipasi aktif dari masyarakat setempat.
Kegiatan Khataman Al-Qur’an ini adalah salah satu bukti nyata bahwa masjid memiliki peran yang jauh lebih luas dari sekadar tempat ibadah. Seperti yang sering diungkapkan, “Masjid itu bukan hanya tempat sujud, tapi juga tempat berjuang untuk umat.” Dari dulu hingga kini, masjid telah menjadi pusat peradaban Islam, tempat di mana ilmu diajarkan, masyarakat dibina, dan kebersamaan dipupuk.
Dalam konteks modern, masjid seharusnya juga menjadi pusat kegiatan keagamaan yang transformatif dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi warga Desa Karangkemiri dan Dusun Sindang. Dengan adanya sinergi antara jamaah, pengurus masjid, dan elemen masyarakat seperti mahasiswa KKN, masjid dapat berdaya untuk:
Semoga kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan membawa keberkahan bagi seluruh warga Desa Karangkemiri, menjadikan Masjid Al-Fattah sebagai mercusuar kebermanfaatan bagi umat.
#KhatamanAlQuran #MasjidAlFattah #Karangkemiri #Pekuncen #Banyumas #KKNUNUGHA #Mamusda #PemberdayaanMasyarakat #AgamaDanSosial
| Luas Area | 100 m2 |
| Luas Bangunan | 90 m2 |
| Status Lokasi | Wakaf |
| Tahun Berdiri | 2015 |